Kebijakan Bandara Soekarno-Hatta Jakarta

Informasi Penting

Info Terminal Maskapai

  • Penerbangan Lion Air Group untuk rute domestik tetap di Terminal 2E dan untuk penerbangan internasional di Terminal 3 Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta.
  • Penerbangan Citilink untuk rute domestik pindah ke Terminal 3 Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta.
  • Khusus penerbangan Lion Air tujuan bandara di Jawa (SRG, SOC, YIA, SUB, MLG), Bali, NTT, NTB, Sulawesi (UPG, KDI, PLW, GTO, MDC), Maluku (AMQ, TTE), dan Papua (DJJ, MKQ, TIM, MKW, SOQ) pindah ke terminal 2D Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta.
  • Untuk maskapai lainnya yang beroperasi tetap berada di terminal yang sama.

 

Semua calon penumpang juga diminta untuk memperhatikan hal-hal sebagaimana yang tertulis di bawah ini ketika akan berangkat/datang di Bandara Internasional Soekarno-Hatta. 

 

Keberangkatan di Bandara CGK

Sebelum sampai di bandara:

  • Memastikan tiket penerbangan adalah tiket yang valid.
  • Mempersiapkan dokumen yang masih berlaku yang dibutuhkan secara umum: identitas diri, bukti hasil negative Test COVID-19, dan rencana perjalanan.
  • Setiap penumpang harus mengisi Electronic Health Alert Card (eHAC) yang terintegrasi dengan aplikasi Peduli Lindungi resmi dari pemerintah Indonesia pada perangkat seluler masing-masing yang dapat diunduh pada link berikut:
  • Pengisian E-HAC dapat dilakukan sebelum melakukan perjalanan yaitu pada saat proses keberangkatan atau proses kedatangan sebelum Penumpang melalui titik pemeriksaan KKP.
  • Mempersiapkan dokumen persyaratan yang dibutuhkan untuk proses verifikasi & validasi Surat Kesehatan Bebas COVID-19 masuk ke daerah atau bandara tujuan oleh Dinas Kesehatan serta otoritas setempat.

 

Saat tiba di bandara:

  • Tiba di bandara 4 jam sebelum jadwal keberangkatan.
  • Masuk di pintu yang telah diatur oleh bandara keberangkatan.
  • Menunjukkan dokumen yang dibutuhkan dan mengisi formulir sesuai prosedur di lapangan.
  • Mengikuti prosedur yang ditetapkan di bandara keberangkatan, sebagai berikut:
  1. Titik layanan keberangkatan hanya terdapat di 2 titik yaitu di Terminal 2 – Gate 4 dan Terminal 3 – Gate 3, dengan adanya Posko Pengendalian Percepatan Penanganan COVID-19 di setiap titiknya.
  2. Calon penumpang harus menunjukkan berkas kelengkapan perjalanan seperti tiket penerbangan, identitas diri, surat keterangan bebas COVID-19 dengan hasil test COVID-19, dan dokumen lain yang diperlukan sesuai dengan tujuan perjalanan.
  3. Setelah itu, calon penumpang pesawat juga wajib mengisi kartu kewaspadaan kesehatan (Health Alert Card/HAC) dan formulir penyelidikan epidemiologi yang diberikan personel KKP di posko tersebut.
  4. Jika seluruh berkas lengkap dan HAC serta formulir epidemiologi sudah lengkap diisi, selanjutnya calon penumpang menuju ke meja pemeriksaan kedua. Seluruh berkas akan dicek ulang dan setelah dinyatakan lengkap, calon penumpang akan diberikan surat clearance dari personel KKP.
  5. Calon penumpang yang telah mendapatkan surat clearance diperbolehkan menuju konter check-in untuk mendapatkan boarding pass.
  6. Setelah selesai check-in, calon penumpang menuju Security Check Point 2 untuk diperiksa surat clearance, boarding pass, dan identitas diri oleh personel Aviation Security. 
  7. Semua prosedur selesai, penumpang dapat menuju ke boarding lounge untuk menunggu jadwal keberangkatan dengan tetap melakukan social distancing dan prosedur pencegahan lainnya.

 

Setelah tiba di tujuan:

  • Mengikuti prosedur pelaporan kedatangan sesuai prosedur bandara kedatangan.
  • Tetap menjaga jarak atau melakukan karantina sesuai arahan pemerintah atau tenaga medis.

 

 

Kedatangan di Bandara CGK:

  • Mulai 12 Juli 2021, seluruh pelaku perjalanan domestik wajib memiliki hasil negatif tes Covid-19 dari fasilitas pelayanan kesehatan yang terafiliasi dengan Kemenkes yang disebutkan dalam KEMENKES RI No. HK.01.07/MENKES/4642/2021 dan dapat diakses di sini.
  • Mulai 26 Mei 2020, sesuai Pergub DKI Jakarta No. 60/2020 Bandara Internasional Soekarno-Hatta (CGK) mengaktifkan posko pemeriksaan (checkpoint). 
  • Pada masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mulai 14 September 2021 hingga pemberitahuan selanjutnya, penumpang wajib mengikuti persyaratan berikut:
    • Penerbangan dari/ke pulau Jawa (selain Bali), penumpang wajib menunjukkan surat keterangan hasil negatif PCR dalam kurun waktu maksimal 2x24 jam sejak sampel diambil sebelum keberangkatan dan penumpang juga wajib membawa kartu vaksinasi (setidaknya vaksinasi pertama) sebagai persyaratan perjalanan.
    • Penerbangan antar kota di Pulau Jawa dan dari Pulau Jawa ke Bali atau sebaliknya, penumpang dapat menunjukkan hasil negatif Antigen dalam kurun waktu maksimal 1x24 jam sebelum keberangkatan dengan syarat sudah memperoleh vaksinasi dosis kedua atau hasil negatif PCR dalam kurun waktu maksimal 2x24 jam sejak sampel diambil sebelum keberangkatan jika baru memperoleh vaksin dosis pertama sebagai persyaratan perjalanan.
  • Penumpang berusia di bawah 12 tahun untuk sementara waktu tidak diperkenankan melakukan perjalanan dalam negeri antar batas wilayah administrasi provinsi/kabupaten/kota.
  • Penumpang dengan kepentingan khusus yang tidak atau belum divaksin dengan alasan medis berdasarkan surat keterangan dokter spesialis dapat melakukan perjalanan dengan menunjukkan surat keterangan hasil negatif tes Covid-19 sesuai ketentuan destinasi tujuan.
    Apabila hasil RT-PCR pelaku perjalanan negatif namun menunjukkan gejala, maka penumpang tidak boleh melanjutkan perjalanan dan diwajibkan untuk melakukan tes diagnostik RT-PCR dan isolasi mandiri selama waktu tunggu hasil pemeriksaan.
  • Ketentuan ini berdasarkan Surat Edaran Satuan Tugas Penanganan COVID -19 Nomor 17 tahun 2021, Surat Edaran Kementerian Perhubungan Nomor 62 Tahun 2021 dan Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 42 Tahun 2021.

 

Ketentuan perjalanan penumpang dalam negeri dengan transportasi udara dalam masa pandemi COVID-19 wajib mengikuti protokol kesehatan sebagai berikut:

  • Menerapkan dan mematuhi protokol kesehatan (3M), yaitu memakai masker (sesuai standar penerbangan), menjaga jarak dan mencuci tangan dengan sabun atau menggunakan handsanitizer
  • Jenis masker yang digunakan oleh penumpang adalah masker kain 3 (tiga) lapis atau masker medis
  • Tidak diperkenankan untuk berbicara satu arah maupun dua arah melalui telepon ataupun secara langsung sepanjang perjalanan
  • Tidak diperkenankan untuk makan dan minum sepanjang perjalanan yang kurang dari 2 (dua) jam, terkecuali bagi individu yang wajib mengkonsumsi obat-obatan dalam rangka pengobatan yang jika tidak dilakukan dapat membahayakan keselamatan dan kesehatan orang tersebut

 

Informasi lebih lanjut dan terkini seputar regulasi perjalanan selama masa pandemi COVID-19 dapat dicek di tautan ini.

 

Selain persyaratan di atas, sesampainya di bandara tujuan, penumpang dimungkinkan mendapatkan pemeriksaan tambahan dari otoritas setempat atau mengisi form/surat pernyataan lainnya sesuai dengan ketentuan lokal pemerintah/otoritas setempat.

 

Penumpang yang melanjutkan pemesanan dianggap telah mengetahui dan memenuhi persyaratan yang diminta. Penumpang secara tegas melepaskan haknya untuk dapat melakukan refund kepada pihak tiket.com dalam hal penumpang tidak dapat melakukan check-in.

Apa artikel ini membantu?
Artikel Terkait
  1. Kebijakan Bandara Sulawesi Tengah
  2. Kebijakan Bandara Labuan Bajo
  3. Bagaimana cara saya mengajukan pengembalian dana atau refund tiket pesawat karena wabah Virus Corona?
Masih Butuh Bantuan?
Kirim PesanDapatkan respon yang cepat untuk menyelesaikan masalahmu.
Hubungi Customer CareCustomer Care kami 24/7 selalu ada untukmu.