Kebijakan Bandara Papua & Papua Barat

Informasi Penting

Berikut ketentuan menuju / dari bandara Timika:

  • Mulai 12 Juli 2021, seluruh pelaku perjalanan domestik wajib memiliki hasil negatif tes Covid-19 dari fasilitas pelayanan kesehatan yang terafiliasi dengan Kemenkes yang disebutkan dalam KEMENKES RI No. HK.01.07/MENKES/4642/2021 dan dapat diakses di sini.
    Pada masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mulai 5 Oktober 2021 hingga pemberitahuan selanjutnya, penumpang wajib menunjukkan surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR dalam kurun waktu maksimal 2 x 24 jam sejak sampel diambil sebelum keberangkatan dan penumpang juga wajib membawa kartu vaksinasi (setidaknya vaksinasi pertama) sebagai persyaratan perjalanan.
  • Penumpang berusia di bawah 12 tahun untuk sementara waktu tidak diperkenankan melakukan perjalanan dalam negeri antar batas wilayah administrasi provinsi/kabupaten/kota.
  • Penumpang dengan kepentingan khusus yang tidak atau belum divaksin dengan alasan medis berdasarkan surat keterangan dokter spesialis dapat melakukan perjalanan dengan menunjukkan surat keterangan hasil negatif tes Covid-19 sesuai ketentuan destinasi tujuan.
  • Ketentuan ini berdasarkan Surat Edaran Bupati Mimika No. 230 Tahun 2021, Surat Edaran Satuan Tugas Penanganan Covid -19 Kabupaten Mimika Nomor 443.3/568, Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 48 Tahun 2021, Surat Edaran Satuan Tugas Penanganan COVID -19 Nomor 17 tahun 2021, Surat Edaran Kementerian Perhubungan No. 77 Tahun 2021.
  • Apabila hasil Rapid Test Antigen atau RT-PCR pelaku perjalanan negatif namun menunjukkan gejala, maka penumpang tidak boleh melanjutkan perjalanan dan diwajibkan untuk melakukan tes diagnostik RT-PCR dan isolasi mandiri selama waktu tunggu hasil pemeriksaan.
  • Setiap penumpang harus mengisi Electronic Health Alert Card (eHAC) yang terintegrasi dengan aplikasi Peduli Lindungi resmi dari pemerintah Indonesia pada perangkat seluler masing-masing yang dapat diunduh pada link berikut:
  • Informasi lebih lanjut dan terkini seputar regulasi perjalanan selama masa pandemi COVID-19 dapat dicek di tautan ini.

 

 

Berikut ketentuan menuju / dari bandara Manokwari:

  • Mulai 12 Juli 2021, seluruh pelaku perjalanan domestik wajib memiliki hasil negatif tes Covid-19 dari fasilitas pelayanan kesehatan yang terafiliasi dengan Kemenkes yang disebutkan dalam KEMENKES RI No. HK.01.07/MENKES/4642/2021 dan dapat diakses di sini.
  • Pada masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mulai 5 Oktober 2021 hingga pemberitahuan selanjutnya, penumpang dari/ke Manokwari wajib menunjukkan hasil negatif tes PCR yang diambil maksimal 2x24 jam sejak sampel diambil sebelum keberangkatan dan kartu vaksinasi (minimal dosis pertama).
  • Penumpang berusia di bawah 12 tahun untuk sementara waktu tidak diperkenankan melakukan perjalanan dalam negeri antar batas wilayah administrasi provinsi/kabupaten/kota.
  • Penduduk KTP domisili non-Papua Barat dilarang masuk dan penduduk dengan KTP domisili Papua Barat dilarang untuk keluar wilayah Papua Barat kecuali urusan mendadak seperti urusan dinas, orang sakit, anak sekolah dan orang meninggal, dan wajib mendapat rekomendasi persetujuan dari Gubernur/Bupati/Walikota atau pejabat yang ditunjuk yaitu Ketua Harian SATGAS COVID-19.
  • Pengurusan Surat Ijin Masuk dapat menghubungi Call Center Hallo Masker 1500141 atau 08114850141.
  • Penumpang dengan kepentingan khusus yang tidak atau belum divaksin dengan alasan medis berdasarkan surat keterangan dokter spesialis dapat melakukan perjalanan dengan menunjukkan surat keterangan hasil negatif tes Covid-19 sesuai ketentuan destinasi tujuan.
  • Ketentuan ini berdasarkan Surat Edaran Satuan Tugas Penanganan COVID -19 Nomor 17 tahun 2021, Surat Edaran Kementerian Perhubungan No. 77 Tahun 2021, Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 48 Tahun 2021, dan Instruksi Gubernur Papua Barat Nomor 440/04/Tahun 2021.
  • Apabila hasil Rapid Test Antigen atau RT-PCR pelaku perjalanan negatif namun menunjukkan gejala, maka penumpang tidak boleh melanjutkan perjalanan dan diwajibkan untuk melakukan tes diagnostik RT-PCR dan isolasi mandiri selama waktu tunggu hasil pemeriksaan.
  • Setiap penumpang harus mengisi Electronic Health Alert Card (eHAC) yang terintegrasi dengan aplikasi Peduli Lindungi resmi dari pemerintah Indonesia pada perangkat seluler masing-masing yang dapat diunduh pada link berikut:
  • Informasi lebih lanjut dan terkini seputar regulasi perjalanan selama masa pandemi COVID-19 dapat dicek di tautan ini.

 

 

Berikut ketentuan menuju / dari bandara Sorong:

  • Mulai 12 Juli 2021, seluruh pelaku perjalanan domestik wajib memiliki hasil negatif tes Covid-19 dari fasilitas pelayanan kesehatan yang terafiliasi dengan Kemenkes yang disebutkan dalam KEMENKES RI No. HK.01.07/MENKES/4642/2021 dan dapat diakses di sini.
  • Pada masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mulai  5 Oktober 2021 hingga pemberitahuan selanjutnya, penumpang penerbangan ke Sorong wajib mengikuti aturan berikut ini:
    • Penumpang ber-KTP Non-Papua Barat wajib membawa dokumen cetak hasil tes PCR yang diambil maksimal 2x24 jam sejak sampel diambil sebelum keberangkatan dan penumpang wajib membawa kartu vaksinasi (setidaknya vaksinasi pertama).
  • Penumpang KTP dengan domisili Non-Papua Barat dilarang memasuki Wilayah Kota Sorong kecuali untuk urusan urgen seperti urusan dinas, orang sakit, orang meninggal, dan anak sekolah/pendidikan
  • Penumpang KTP dengan domisili Non-Papua Barat wajib mendapatkan surat izin perjalanan dari tim Satgas COVID-19 Kota Sorong dengan menghubungi nomor berikut: Rodney Sasabone (0821-8371-3543)
  • Penumpang berusia di bawah 12 tahun untuk sementara waktu tidak diperkenankan melakukan perjalanan dalam negeri antar batas wilayah administrasi provinsi/kabupaten/kota.
  • Penumpang dengan kepentingan khusus yang tidak atau belum divaksin dengan alasan medis berdasarkan surat keterangan dokter spesialis dapat melakukan perjalanan dengan menunjukkan surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR atau test Rapid Antigen sesuai ketentuan destinasi tujuan.
  • Pengurusan Surat Ijin Masuk dapat menghubungi Call Center Hallo Masker 1500141 atau 08114850141.
  • Ketentuan ini berdasarkan Surat Edaran Walikota Sorong No. 443/584, Surat Edaran Satuan Tugas Penanganan COVID -19 Nomor 17 tahun 2021, Surat Edaran Kementerian PerhubunganNo. 77 Tahun 2021, dan Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 48 Tahun 2021,
  • Apabila hasil Rapid Test Antigen atau RT-PCR pelaku perjalanan negatif namun menunjukkan gejala, maka penumpang tidak boleh melanjutkan perjalanan dan diwajibkan untuk melakukan tes diagnostik RT-PCR dan isolasi mandiri selama waktu tunggu hasil pemeriksaan.
  • Setiap penumpang harus mengisi Electronic Health Alert Card (eHAC) yang terintegrasi dengan aplikasi Peduli Lindungi resmi dari pemerintah Indonesia pada perangkat seluler masing-masing yang dapat diunduh pada link berikut:
  • Informasi lebih lanjut dan terkini seputar regulasi perjalanan selama masa pandemi COVID-19 dapat dicek di tautan ini.

 

 

Berikut ketentuan ke bandara Jayapura:

  • Mulai 12 Juli 2021, seluruh pelaku perjalanan domestik wajib memiliki hasil negatif tes Covid-19 dari fasilitas pelayanan kesehatan yang terafiliasi dengan Kemenkes yang disebutkan dalam KEMENKES RI No. HK.01.07/MENKES/4642/2021 dan dapat diakses di sini.
  • Pada masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mulai 3 Agustus 2021 hingga pemberitahuan selanjutnya, penumpang  ke Jayapura harus mengikuti ketentuan berikut:
    • Penumpang wajib menunjukan hasil cetak negatif tes RT-PCR dalam kurun waktu maksimal 2 x 24 jam sejak sampel diambil sebelum keberangkatan
    • Menunjukan hasil cetak surat keterangan/kartu vaksin COVID-19 (minimal dosis pertama) 
    • Persyaratan tambahan yang bersifat wajib untuk perjalanan menuju Provinsi Papua dengan tujuan berikut:
      • Dalam Rangka Kegiatan Kedinasan
        Membawa surat keterangan perjalanan dinas dari pejabat tertinggi instansi tempat bekerja sesuai dengan keperluan kepentingan perjalanan dinas
      • Keperluan dan Kepentingan Khusus (logistik dan bahan pokok, bahan bakar, logistic kesehatan dan obat -obatan, tenaga medis, evakuasi pasien dan jenazah, sektor perbankan,pergantian crew pesawat, Emergency keamanan, proyek strategis nasiona l dan daerah di Papua, Kegiatan dan logistik PON XX dan PEPARNAS XVI
        Membawa surat keterangan perjalanan dari pimpinan tertinggi institusi masing -masing
      • Bertempat tinggal/penduduk ber -KTP/kartu identitas bukan di Provinsi Papua dan bukan berdinas
        Membawa surat keterangan keperluan dan kepentingan perjalanan yang dikeluarkan oleh pemerintah daerah asal (Pemerintah Kabupaten/Kota)
  • Penumpang berusia di bawah 12 tahun untuk sementara waktu tidak diperkenankan melakukan perjalanan dalam negeri antar batas wilayah administrasi provinsi/kabupaten/kota.
  • Penumpang dengan kepentingan khusus yang tidak atau belum divaksin dengan alasan medis berdasarkan surat keterangan dokter spesialis dapat melakukan perjalanan dengan menunjukkan surat keterangan hasil negatif tes Covid-19 sesuai ketentuan destinasi tujuan.
  • Penumpang akan dilakukan double screening dengan pemeriksaan Rapid Antigen/PCR di bandar udara dan dilakukan isolasi terpusat jika ditemukan hasil positifCOVID - 19 yang biayanya menjadi beban penumpang.
  • Apabila hasil Rapid Test Antigen atau RT-PCR pelaku perjalanan negatif namun menunjukkan gejala, maka penumpang tidak boleh melanjutkan perjalanan dan diwajibkan untuk melakukan tes diagnostik RT-PCR dan isolasi mandiri selama waktu tunggu hasil pemeriksaan.
  • Ketentuan ini berdasarkan Surat Edaran Gubernur Papua No. 440/8936/SET, Surat Edaran Satuan Tugas Penanganan COVID -19 Nomor 17 tahun 2021, Surat Edaran Kementerian Perhubungan No. 77 Tahun 2021 dan Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 48 tahun 2021.
  • Setiap penumpang harus mengisi Electronic Health Alert Card (eHAC) yang terintegrasi dengan aplikasi Peduli Lindungi resmi dari pemerintah Indonesia pada perangkat seluler masing-masing yang dapat diunduh pada link berikut:
  • Informasi lebih lanjut dan terkini seputar regulasi perjalanan selama masa pandemi COVID-19 dapat dicek di tautan ini.

 

 

Berikut ketentuan ke bandara Biak:

  • Mulai 12 Juli 2021, seluruh pelaku perjalanan domestik wajib memiliki hasil negatif tes Covid-19 dari fasilitas pelayanan kesehatan yang terafiliasi dengan Kemenkes yang disebutkan dalam KEMENKES RI No. HK.01.07/MENKES/4642/2021 dan dapat diakses di sini.
  • Pada masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mulai 3 Agustus 2021 hingga pemberitahuan selanjutnya, penumpang  ke Biak harus mengikuti ketentuan berikut:
    • Penumpang wajib menunjukan hasil cetak negatif tes RT-PCR dalam kurun waktu maksimal 2 x 24 jam sejak sampel diambil sebelum keberangkatan
    • Menunjukan hasil cetak surat keterangan/kartu vaksin COVID-19 (minimal dosis pertama) 
    • Persyaratan tambahan yang bersifat wajib untuk perjalanan menuju Provinsi Papua dengan tujuan berikut:
      • Dalam Rangka Kegiatan Kedinasan
        Membawa surat keterangan perjalanan dinas dari pejabat tertinggi instansi tempat bekerja sesuai dengan keperluan kepentingan perjalanan dinas
      • Keperluan dan Kepentingan Khusus (logistik dan bahan pokok, bahan bakar, logistic kesehatan dan obat -obatan, tenaga medis, evakuasi pasien dan jenazah, sektor perbankan,pergantian crew pesawat, Emergency keamanan, proyek strategis nasiona l dan daerah di Papua, Kegiatan dan logistik PON XX dan PEPARNAS XVI
        Membawa surat keterangan perjalanan dari pimpinan tertinggi institusi masing -masing
      • Bertempat tinggal/penduduk ber -KTP/kartu identitas bukan di Provinsi Papua dan bukan berdinas
        Membawa surat keterangan keperluan dan kepentingan perjalanan yang dikeluarkan oleh pemerintah daerah asal (Pemerintah Kabupaten/Kota)
  • Penumpang berusia di bawah 12 tahun untuk sementara waktu tidak diperkenankan melakukan perjalanan dalam negeri antar batas wilayah administrasi provinsi/kabupaten/kota.
  • Penumpang dengan kepentingan khusus yang tidak atau belum divaksin dengan alasan medis berdasarkan surat keterangan dokter spesialis dapat melakukan perjalanan dengan menunjukkan surat keterangan hasil negatif tes Covid-19 sesuai ketentuan destinasi tujuan.
  • Penumpang akan dilakukan double screening dengan pemeriksaan Rapid Antigen/PCR di bandar udara dan dilakukan isolasi terpusat jika ditemukan hasil positifCOVID - 19 yang biayanya menjadi beban penumpang.
  • Apabila hasil RT-PCR pelaku perjalanan negatif namun menunjukkan gejala, maka penumpang tidak boleh melanjutkan perjalanan dan diwajibkan untuk melakukan tes diagnostik RT-PCR dan isolasi mandiri selama waktu tunggu hasil pemeriksaan.
  • Ketentuan ini berdasarkan Surat Edaran Gubernur Papua No. 440/8936/SET, Surat Edaran Satuan Tugas Penanganan COVID -19 Nomor 17 tahun 2021 dan Surat Edaran Kementerian Perhubungan No. 77 Tahun 2021, Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 48 Tahun 2021.
  • Setiap penumpang harus mengisi Electronic Health Alert Card (eHAC) yang terintegrasi dengan aplikasi Peduli Lindungi resmi dari pemerintah Indonesia pada perangkat seluler masing-masing yang dapat diunduh pada link berikut:
  • Informasi lebih lanjut dan terkini seputar regulasi perjalanan selama masa pandemi COVID-19 dapat dicek di tautan ini.

 

 

Berikut ketentuan menuju / dari bandara Nabire:

  • Mulai 12 Juli 2021, seluruh pelaku perjalanan domestik wajib memiliki hasil negatif tes Covid-19 dari fasilitas pelayanan kesehatan yang terafiliasi dengan Kemenkes yang disebutkan dalam KEMENKES RI No. HK.01.07/MENKES/4642/2021 dan dapat diakses di sini.
  • Pada masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mulai 5 Oktober 2021 hingga pemberitahuan selanjutnya, penumpang dari/ke Nabire wajib memenuhi detail berikut:
    • Surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR dalam kurun waktu maksimal 2 x 24 jam sejak sejak sampel diambil sebelum keberangkatan atau jika peraturan destinasi tujuan lebih ketat, maka kurun waktu tes mengikuti regulasi bandara tujuan.
    • Penumpang juga wajib membawa kartu vaksinasi (setidaknya vaksinasi pertama) sebagai persyaratan perjalanan.
    • Surat Izin Keluar Masuk (SIKM) dari Gugus Tugas Covid -19 Nabire dengan menghubungi nomor PIC berikut: 
      • Efraim (082239584499 ), Kristo Patiung (082199021991),  Piet Nabot (081280466247)
  • Penumpang berusia di bawah 12 tahun untuk sementara waktu tidak diperkenankan melakukan perjalanan dalam negeri antar batas wilayah administrasi provinsi/kabupaten/kota.
  • Penumpang dengan kepentingan khusus yang tidak atau belum divaksin dengan alasan medis berdasarkan surat keterangan dokter spesialis dapat melakukan perjalanan dengan menunjukkan surat keterangan hasil negatif tes Covid-19 sesuai ketentuan destinasi tujuan.
  • Apabila hasil RT-PCR pelaku perjalanan negatif namun menunjukkan gejala, maka penumpang tidak boleh melanjutkan perjalanan dan diwajibkan untuk melakukan tes diagnostik RT-PCR dan isolasi mandiri selama waktu tunggu hasil pemeriksaan.
  • Ketentuan ini berdasarkan Instruksi Bupati Nabire No. 440/1426/SET Tahun 2021, Kesepakatan Asosiasi Bupati Meepago tanggal 14 Juli 2021, Surat Edaran Satuan Tugas Penanganan COVID -19 Nomor 17 tahun 2021, Surat Edaran Kementerian Perhubungan No. 77 Tahun 2021, dan Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 48 Tahun 2021
  • Setiap penumpang harus mengisi Electronic Health Alert Card (eHAC) yang terintegrasi dengan aplikasi Peduli Lindungi resmi dari pemerintah Indonesia pada perangkat seluler masing-masing yang dapat diunduh pada link berikut:
  • Informasi lebih lanjut dan terkini seputar regulasi perjalanan selama masa pandemi COVID-19 dapat dicek di tautan ini.

 

 

Berikut ketentuan menuju bandara Merauke:

  • Mulai 12 Juli 2021, seluruh pelaku perjalanan domestik wajib memiliki hasil negatif tes Covid-19 dari fasilitas pelayanan kesehatan yang terafiliasi dengan Kemenkes yang disebutkan dalam KEMENKES RI No. HK.01.07/MENKES/4642/2021 dan dapat diakses di sini.
  • Pada masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mulai 3 Agustus 2021 hingga pemberitahuan selanjutnya, penumpang  ke Merauke harus mengikuti ketentuan berikut:
    • Penumpang wajib menunjukan hasil cetak negatif tes RT-PCR dalam kurun waktu maksimal 2 x 24 jam sejak sampel diambil sebelum keberangkatan
    • Menunjukan hasil cetak surat keterangan/kartu vaksin COVID-19 (minimal dosis pertama) 
    • Persyaratan tambahan yang bersifat wajib untuk perjalanan menuju Provinsi Papua dengan tujuan berikut:
      • Dalam Rangka Kegiatan Kedinasan
        Membawa surat keterangan perjalanan dinas dari pejabat tertinggi instansi tempat bekerja sesuai dengan keperluan kepentingan perjalanan dinas
      • Keperluan dan Kepentingan Khusus (logistik dan bahan pokok, bahan bakar, logistic kesehatan dan obat -obatan, tenaga medis, evakuasi pasien dan jenazah, sektor perbankan,pergantian crew pesawat, Emergency keamanan, proyek strategis nasiona l dan daerah di Papua, Kegiatan dan logistik PON XX dan PEPARNAS XVI
        Membawa surat keterangan perjalanan dari pimpinan tertinggi institusi masing -masing
      • Bertempat tinggal/penduduk ber -KTP/kartu identitas bukan di Provinsi Papua dan bukan berdinas
        Membawa surat keterangan keperluan dan kepentingan perjalanan yang dikeluarkan oleh pemerintah daerah asal (Pemerintah Kabupaten/Kota)
  • Penumpang berusia di bawah 12 tahun untuk sementara waktu tidak diperkenankan melakukan perjalanan dalam negeri antar batas wilayah administrasi provinsi/kabupaten/kota.
  • Penumpang yang tiba di Kabupaten Merauke wajib menjalani karantina mandiri selama 5 (lima hari) sebelum melakukan aktivitas atau melaksanakan tugas terlebih dahulu dan untuk melakukan pemeriksaan ulang Rapid Test di puskesmas/klinik atau instansi yang menangani bidang kesehatan dengan hasil pemeriksaan negatif.
  • Penumpang akan dilakukan double screening dengan pemeriksaan Rapid Antigen/PCR di bandar udara dan dilakukan isolasi terpusat jika ditemukan hasil positifCOVID - 19 yang biayanya menjadi beban penumpang.
  • Penumpang dengan kepentingan khusus yang tidak atau belum divaksin dengan alasan medis berdasarkan surat keterangan dokter spesialis dapat melakukan perjalanan dengan menunjukkan surat keterangan hasil negatif tes Covid-19 sesuai ketentuan destinasi tujuan.
  • Apabila hasil Rapid Test Antigen atau RT-PCR pelaku perjalanan negatif namun menunjukkan gejala, maka penumpang tidak boleh melanjutkan perjalanan dan diwajibkan untuk melakukan tes diagnostik RT-PCR dan isolasi mandiri selama waktu tunggu hasil pemeriksaan.
  • Ketentuan ini berdasarkan Surat Edaran Gubernur Papua No. 440/8936/SET, Surat Edaran Satuan Tugas Penanganan COVID -19 Nomor 17 tahun 2021 dan Surat Edaran Kementerian Perhubungan No. 77 Tahun 2021 dan Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 48 Tahun 2021.
  • Setiap penumpang harus mengisi Electronic Health Alert Card (eHAC) yang terintegrasi dengan aplikasi Peduli Lindungi resmi dari pemerintah Indonesia pada perangkat seluler masing-masing yang dapat diunduh pada link berikut:
  • Informasi lebih lanjut dan terkini seputar regulasi perjalanan selama masa pandemi COVID-19 dapat dicek di tautan ini.

 

Ketentuan perjalanan penumpang dalam negeri dengan transportasi udara dalam masa pandemi COVID-19 wajib mengikuti protokol kesehatan sebagai berikut:

  • Menerapkan dan mematuhi protokol kesehatan (3M), yaitu memakai masker (sesuai standar penerbangan), menjaga jarak dan mencuci tangan dengan sabun atau menggunakan handsanitizer
  • Jenis masker yang digunakan oleh penumpang adalah masker kain 3 (tiga) lapis atau masker medis
  • Tidak diperkenankan untuk berbicara satu arah maupun dua arah melalui telepon ataupun secara langsung sepanjang perjalanan
  • Tidak diperkenankan untuk makan dan minum sepanjang perjalanan yang kurang dari 2 (dua) jam, terkecuali bagi individu yang wajib mengkonsumsi obat-obatan dalam rangka pengobatan yang jika tidak dilakukan dapat membahayakan keselamatan dan kesehatan orang tersebut

 

Apa artikel ini membantu?
Artikel Terkait
  1. Open Ticket Penerbangan Maskapai Internasional
  2. EMD / Travel Voucher Maskapai
  3. Apakah tiket FLEXI harus dibawa saat proses check-in?
Masih Butuh Bantuan?
Kirim PesanDapatkan respon yang cepat untuk menyelesaikan masalahmu.
Hubungi Customer CareCustomer Care kami 24/7 selalu ada untukmu.