Kebijakan Bandara Sultan Thaha Jambi

Informasi Penting:

Syarat dan ketentuan perjalanan yang diinformasikan pada halaman ini bersifat fluktuatif dan dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.

 

Berikut ketentuan menuju / dari bandara Sultan Thaha Jambi (DJB) yang dikategorikan sebagai level 2 PPKM:

  • Mulai 12 Juli 2021, seluruh pelaku perjalanan domestik wajib memiliki hasil negatif tes Covid-19 dari fasilitas pelayanan kesehatan yang terafiliasi dengan Kemenkes yang disebutkan dalam KEMENKES RI No. HK.01.07/MENKES/4642/2021 dan dapat diakses di sini.
  • Pada masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mulai 24 Oktober 2021 hingga pemberitahuan selanjutnya, penumpang wajib melengkapi detail data berikut:
    • Khusus dari dan ke daerah level 1/level 2 PPKM, penumpang wajib melengkapi diri dengan surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 2x24 jam atau hasil negatif Rapid Test Antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 1x24 jam sebelum keberangkatan.
    • Khusus dari/menuju Pulau Jawa, Bali, dan daerah level 3 PPKM, penumpang wajib menunjukkan surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR dalam kurun waktu maksimal 2 x 24 jam sejak sampel diambil sebelum keberangkatan dan penumpang juga wajib membawa kartu vaksinasi (setidaknya vaksinasi pertama) sebagai persyaratan perjalanan.
  • Penumpang di bawah usia 12 tahun dikecualikan untuk menunjukkan kartu vaksin namun tetap diwajibkan menunjukkan hasil test COVID-19 sesuai aturan bandara yang berlaku.
  • Penumpang dengan kepentingan khusus yang tidak atau belum divaksin dengan alasan medis berdasarkan surat keterangan dokter spesialis dapat melakukan perjalanan dengan menunjukkan surat keterangan hasil negatif tes Covid-19 sesuai ketentuan destinasi tujuan.
  • Apabila hasil RT-PCR pelaku perjalanan negatif namun menunjukkan gejala, maka penumpang tidak boleh melanjutkan perjalanan dan diwajibkan untuk melakukan tes diagnostik RT-PCR dan isolasi mandiri selama waktu tunggu hasil pemeriksaan.
  • Ketentuan ini berdasarkan Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 54 Tahun 2021, Surat Edaran Satuan Tugas Penanganan COVID -19 Nomor 21 tahun 2021 dan Surat Edaran Kementerian Perhubungan Nomor 88 Tahun 2021.
  • Setiap penumpang harus mengisi Electronic Health Alert Card (eHAC) yang terintegrasi dengan aplikasi Peduli Lindungi resmi dari pemerintah Indonesia pada perangkat seluler masing-masing yang dapat diunduh pada link berikut:

 

 

Ketentuan perjalanan penumpang dalam negeri dengan transportasi udara dalam masa pandemi COVID-19 wajib mengikuti protokol kesehatan sebagai berikut:

  • Menerapkan dan mematuhi protokol kesehatan (3M), yaitu memakai masker (sesuai standar penerbangan), menjaga jarak dan mencuci tangan dengan sabun atau menggunakan handsanitizer
  • Jenis masker yang digunakan oleh penumpang adalah masker kain 3 (tiga) lapis atau masker medis
  • Tidak diperkenankan untuk berbicara satu arah maupun dua arah melalui telepon ataupun secara langsung sepanjang perjalanan
  • Tidak diperkenankan untuk makan dan minum sepanjang perjalanan yang kurang dari 2 (dua) jam, terkecuali bagi individu yang wajib mengkonsumsi obat-obatan dalam rangka pengobatan yang jika tidak dilakukan dapat membahayakan keselamatan dan kesehatan orang tersebut

 

Informasi lebih lanjut dan terkini seputar regulasi perjalanan selama masa pandemi COVID-19 dapat dicek di tautan ini.

Apa artikel ini membantu?
Artikel Terkait
  1. EMD / Travel Voucher Maskapai
  2. Open Ticket Penerbangan Maskapai Internasional
  3. Apakah tiket FLEXI harus dibawa saat proses check-in?
Masih Butuh Bantuan?
Kirim PesanDapatkan respon yang cepat untuk menyelesaikan masalahmu.
Hubungi Customer CareCustomer Care kami 24/7 selalu ada untukmu.