Hotel

Satwa Elephant Eco Lodge

Teluk Betung Selatan, Bandar Lampung

Review

Tripadvisor
Dari 50 review
Review yang paling membantu
donalm334
05 Des 2019 - Pasangan
I have written a separate review of the NP detailing the park, access, and species seen. We stayed at Satwa for 2 nights. We had booked longer but upon seeing their price list for activities we cut our trip short to be able to afford all the activities. The accommodation is clean, the food we got was good (lunch and dinner are grossly overpriced for the region though). Restaurant staff were particularly lovely. I say it's the only way to see Way Kambas, and this is a good and a bad thing. They do organise all the trips you want to do, and you can pay as one payment at the end of your stay by cash or card, but they can charge whatever price they want with no competition. The river boat trip is the nest way to get deep into the forest and grant the possibility to see rhinos, tapirs, tigers or elephants. We didn't see any of these in the park (we saw elephants in the Elephant centre, but I was unsure how to feel about this place ethically, as we saw one elephant basically in hand cuffs if you can picture that). Prices are shown in a picture below for activities. We did a night walk, morning walk, visit to elephant centre, and river boat trip. We had one transfer provided on departure. Our room was large, bathroom was clean. Two beds consisting of 4 singles pushed together. Fans were adequate for temperature control but not ideal. Had 2 power cuts during our stay, didn't bother us much. Our total cost for all the above and the 2 nights accomdation was in the region of 400 euro. List of animals that we saw in my review of Way Kambas. We visited in the off season, but monsoon rains were late, so we didn't get wet. We were the only guests at the time. No price difference in the off season.
DarrellFreund
26 Des 2012
Kami menghabiskan tiga malam di Satwa saat liburan Natal baru-baru ini. Pondok ini adalah tempat yang nyaman untuk ditinggali saat menjelajahi Way Kambas. Stafnya sangat ramah dan mereka berusaha sepenuh hati membuat Anda nyaman. Sebagian besar adalah warga lokal, namun ada beberapa orang Jawa yang bekerja di sana. Pondoknya sederhana, namun akomodasi yang nyaman. Makanan yang disajikan adalah menu setempat dan lezat. Sarapan berupa kopi dan teh, buah segar, roti panggang, selai, telur, dan hidangan Indonesia seperti nasi goreng. Makan siang dan makan malam berupa sup sederhana dan nasi dengan sayuran segar (sayuran hijau seperti kangkung), tahu, tempe, ayam, daging sapi atau ikan. Staf dapur juga menyiapkan sambal yang lezat. Kami suatu kali menikmati ikan lele goreng yang lezat. Anak kami yang berusia dua tahun menikmati makanannya, namun ia menyukai sayuran dan makanan sederhana. Tak ada pendingin udara maupun televisi, namun kipas angin membuat kamar tetap sejuk. Lagipula orang waras mana yang ingin menyaksikan televisi jika gerbang taman hanya berjarak 500 meter dari Satwa. Jika menginginkan liburan mewah dengan spa, kolam renang, dan sajian lima hidangan, jangan pergi ke Satwa, pergilah ke Bali. Jika Anda menginginkan tempat yang nyaman untuk ditinggali saat melihat alam liar, maka menginaplah di Satwa. Infrastruktur tamannya tua dan kondisi jalannya buruk. Namun, ini tak mengalihkan kami dari alamnya. Warga setempat juga menganggap Way Kambas dipenuhi banyak arwah, sehingga orang-orang (sayangnya pembalak dan pemburu ilegal tak termasuk) menjauhi taman itu. Jika menginginkan beberapa kisah menghibur, mintalah warga setempat dan staf Satwa menceritakan arwah-arwah hutan. Kisah-kisah lain cenderung berpusat kepada gajah-gajah nakal yang meninggalkan taman dan merusak kebun. Kami memesan perjalanan bersama Ecosafari yang mengelola Satwa. Satwa mengurus semua logistik sehingga kami tak perlu berhadapan dengan pengawas hutan. Biaya memasuki taman ini termasuk dalam paket penawaran kami (begitu pula angkutan ke bandara). Kami berhenti di pintu masuk taman dan didampingi. Jika Anda ingin menghadapi pengawas hutan dan mungkin menghemat sedikit uang, cobalah masuk ke taman ini sendiri. Kami tak kecewa meminta biro tur untuk mengurus hal ini. Way Kambas tampaknya memiliki tiga dimensi. Pertama adalah Penampungan Gajah, kedua adalah hutan hujan, dan ketiga adalah Sungai Kanan. Kami mengikuti ekskursi berikut: (i) dua perjalanan menuju Penampungan Gajah. Kami melakukan ini sebab membawa anak berusia dua tahun. Ia menyukai gajah-gajah itu dan bisa menungganginya. Ada sejumlah musik langsung dan penampil di penampungan tersebut. Penampungan itu memiliki suasana karnaval, yang mungkin baik bagi anak-anak namun mungkin tak terlalu menarik bagi mereka yang ingin merasakan "alam liar". Kami terkejut akan fakta bahwa orang-orang memberi makan kue dan keripik kepada gajah-gajah itu. Para pawang paham cara menangani gajah-gajah itu. Menarik melihat beberapa gajah besar itu berinteraksi dengan orang-orang; (ii) jalur pendakian untuk melihat siamang. Siamang adalah kera terbesar di dunia. Kita tak perlu berjalan terlalu jauh ke dalam hutan untuk melihatnya. Kami menemui setidaknya empat kelompok kera; (iii) kendara malam melintasi taman. Kami bertemu sambar dan macan tutul; (iv) perjalanan ke Sungai Kanan; Inilah hal utama dari perjalanan ini. Selama ekskursi 2,5 jam tersebut kami menemui hewan-hewan berikut: macaque ekor panjang, langur perak, ular bakau, elang-ikan kepala-abu, elang-ikan dada-putih, beberapa spesies raja-udang, pecuk oriental, dan banyak burung kecil. Kami sangat menikmati persinggahan kami di Satwa dan berencana kembali saat musim kemarau, ketika hewan-hewan cenderung tetap tinggal di dekat Sungai Kanan. Taman ini seluas 1.813 km persegi dan memiliki 35 ekor harimau. Harimau sulit dipahami sehingga jangan berharap menjumpainya. Meskipun jejak telapak kaki sulit ditemukan, namun kami ke sana saat musim hujan. Kami juga tak sempa mengunjungi Penampungan Badak. Tempat itu ditutup karena suatu alasan yang tak disampaikan dengan jelas kepada kami. Nyoman di Ecosafari melakukan tugas yang bagus mengurus liburan tersebut. Di saat-saat terakhir ia bahkan sempat membeli kursi bayi bagi putra kami. Perjalanan dari bandara Lampung menuju Satwa sekitar 2,5 jam. Kami akan kembali ke Satwa di salah satu musim kemarau. Seperti tertera dalam ulasan-ulasan sebelumnya, Hari adalah pemandu margasatwa yang luar biasa. Ia mendampingi saya di jalur pendakian kera dan kendara malam melintasi taman. Ia bermata tajam untuk melihat hewan-hewan.
FSMWNY
25 Jan 2013
Kami menginap di Satwa Eco Lodge untuk 3 malam di awal Januari 2013 dan mendapat liburan yang menyenangkan. Akomodasinya bersih, luas dan damai. Manajer dan staf ramah dan mereka berusaha untuk membuat liburanmu menjadi kenangan yang indah. Makanannya sangat enak. segar dengan pilihan yang bagus, dan lokasinya ideal untuk perjalanan ke Taman Nasional Way Kambas. pemnadu wisata kami, Yang disediakan oelh Satwa, bernama Hari, dia berpengetahuan luas dan mengerjakan pekerjaannya dengan baik di ketiga hari kami dengan meunjukkan Way Kambas. Kami mengambil trekking ke taman untukmelihat siamang, naik perahu di sungai dan melihat Macaque dengan ekornya yang panjang, monyet, burung elang,ular phyton,bangau kera berekor babi, dan kijang Sambas. Kami mengunjungi fasilitas Badak dengan pengaturan spesial dan juga suaka gajah, dan sedikit depresi karena gajah melihat gajah yang disuruh main bola dan naik gajah. Fasilitas badaknya menakjubkan. Kami juga pergi hiking malam hari dan melihat loris yang lambat dan burung hantu. Kami menikmati jalan-jalan pagi sekeliling villa dan menemukan penduduk lokal yang ramah dan menawan. Tempat yang indah untuk diinapi dan bagus untuk mengekplor area sekitar.
Surfer-birder
04 Jun 2018
I stayed here as my base to explore the Way Kambas NP. I was treated like a VIP with special meals and amazing service. The location is brilliant, 500m from the National Park entrance and the grounds excellent. The accommodation is comfortable, no air-conditioning but we never required that. The staff are wonderful. Thanks again.
Marjon A
15 Jan 2013
Kami menghabiskan waktu 3 malam di Satwa dan kemi menyukainya! Tentu saja inibukan hotel terbaik di Indonesia tapi suasananya hebat. Kami menyukai kamarnya, luas dan bersih. Mereka menjaga agar serangga tidak masuk ke dalam kamar, tersedia obat nyamuk tap terdapat juga jaring-jaring penghindar nyamuk. Kami menginap di Satwa, cukup panas dan lembab, tapi kipas anginnya cukup membuat dingin ruangan. Anak-anak juga rindu dengan kolam renangnya, Akan tambah bagus jika dilengkapi kolam renang! Sarapan,makan siang, danmakan malam disediakan segar dan lezat. Tetapi setelah 3 hari anda akan menginginkan makanan yang berbeda. Tidak ada apa-apa disekelilingnya kecuali menjelajahWay Kambas. Dan layak untuk melakukannya! Kami mengunjungi Konservasi Gajah dan mendapat pengalaman bagus menaiki gajah. Lebih baik dari tempat di negara lain karena anda akan duduk dan berjalan kembalike semak-semak. melewati sungai - tempat tidurnya, menjadi milik keluarga anda tanpa kehadiran wisatawan lain. Pengalaman yang sungguh unik! Hari adalah pemandu wisata dan dia adalah seorang pemandu yang baik. Dia membawa kami trekking untuk melihat Siamang dan dia mencari mereka untuk bisa dilihat oleh kami. Kami menyukai mereka, tapi sanagt susah untuk melihatnya, dan Hari terus mencarikannya untuk kami.
Lokasi
Dusun 1, Desa Labuan Ratu Iv Way Kambas,
maps
1
Malam

Tentang Akomodasi

FAQ
Di mana alamat Satwa Elephant Eco Lodge?
Satwa Elephant Eco Lodge beralamat di Dusun 1, Desa Labuan Ratu Iv Way Kambas,

Review

Oops, belum ada review nih
Ayo menginap di akomodasi ini dan kasih tahu pengalamanmu dengan menulis review.
4.0
Dari 50 review
Kebersihan
4.5
Kamar
4.0
Lokasi
4.5
Layanan
4.5
Nilai
4.0
Pasangan
17
Keluarga
12
Wisata sendiri
6
Berlibur dengan teman
10
Bisnis
1
donalm334
05 Des 2019 - Pasangan
I have written a separate review of the NP detailing the park, access, and species seen. We stayed at Satwa for 2 nights. We had booked longer but upon seeing their price list for activities we cut our trip short to be able to afford all the activities. The accommodation is clean, the food we got was good (lunch and dinner are grossly overpriced for the region though). Restaurant staff were particularly lovely. I say it's the only way to see Way Kambas, and this is a good and a bad thing. They do organise all the trips you want to do, and you can pay as one payment at the end of your stay by cash or card, but they can charge whatever price they want with no competition. The river boat trip is the nest way to get deep into the forest and grant the possibility to see rhinos, tapirs, tigers or elephants. We didn't see any of these in the park (we saw elephants in the Elephant centre, but I was unsure how to feel about this place ethically, as we saw one elephant basically in hand cuffs if you can picture that). Prices are shown in a picture below for activities. We did a night walk, morning walk, visit to elephant centre, and river boat trip. We had one transfer provided on departure. Our room was large, bathroom was clean. Two beds consisting of 4 singles pushed together. Fans were adequate for temperature control but not ideal. Had 2 power cuts during our stay, didn't bother us much. Our total cost for all the above and the 2 nights accomdation was in the region of 400 euro. List of animals that we saw in my review of Way Kambas. We visited in the off season, but monsoon rains were late, so we didn't get wet. We were the only guests at the time. No price difference in the off season.
DarrellFreund
26 Des 2012 -
Kami menghabiskan tiga malam di Satwa saat liburan Natal baru-baru ini. Pondok ini adalah tempat yang nyaman untuk ditinggali saat menjelajahi Way Kambas. Stafnya sangat ramah dan mereka berusaha sepenuh hati membuat Anda nyaman. Sebagian besar adalah warga lokal, namun ada beberapa orang Jawa yang bekerja di sana. Pondoknya sederhana, namun akomodasi yang nyaman. Makanan yang disajikan adalah menu setempat dan lezat. Sarapan berupa kopi dan teh, buah segar, roti panggang, selai, telur, dan hidangan Indonesia seperti nasi goreng. Makan siang dan makan malam berupa sup sederhana dan nasi dengan sayuran segar (sayuran hijau seperti kangkung), tahu, tempe, ayam, daging sapi atau ikan. Staf dapur juga menyiapkan sambal yang lezat. Kami suatu kali menikmati ikan lele goreng yang lezat. Anak kami yang berusia dua tahun menikmati makanannya, namun ia menyukai sayuran dan makanan sederhana. Tak ada pendingin udara maupun televisi, namun kipas angin membuat kamar tetap sejuk. Lagipula orang waras mana yang ingin menyaksikan televisi jika gerbang taman hanya berjarak 500 meter dari Satwa. Jika menginginkan liburan mewah dengan spa, kolam renang, dan sajian lima hidangan, jangan pergi ke Satwa, pergilah ke Bali. Jika Anda menginginkan tempat yang nyaman untuk ditinggali saat melihat alam liar, maka menginaplah di Satwa. Infrastruktur tamannya tua dan kondisi jalannya buruk. Namun, ini tak mengalihkan kami dari alamnya. Warga setempat juga menganggap Way Kambas dipenuhi banyak arwah, sehingga orang-orang (sayangnya pembalak dan pemburu ilegal tak termasuk) menjauhi taman itu. Jika menginginkan beberapa kisah menghibur, mintalah warga setempat dan staf Satwa menceritakan arwah-arwah hutan. Kisah-kisah lain cenderung berpusat kepada gajah-gajah nakal yang meninggalkan taman dan merusak kebun. Kami memesan perjalanan bersama Ecosafari yang mengelola Satwa. Satwa mengurus semua logistik sehingga kami tak perlu berhadapan dengan pengawas hutan. Biaya memasuki taman ini termasuk dalam paket penawaran kami (begitu pula angkutan ke bandara). Kami berhenti di pintu masuk taman dan didampingi. Jika Anda ingin menghadapi pengawas hutan dan mungkin menghemat sedikit uang, cobalah masuk ke taman ini sendiri. Kami tak kecewa meminta biro tur untuk mengurus hal ini. Way Kambas tampaknya memiliki tiga dimensi. Pertama adalah Penampungan Gajah, kedua adalah hutan hujan, dan ketiga adalah Sungai Kanan. Kami mengikuti ekskursi berikut: (i) dua perjalanan menuju Penampungan Gajah. Kami melakukan ini sebab membawa anak berusia dua tahun. Ia menyukai gajah-gajah itu dan bisa menungganginya. Ada sejumlah musik langsung dan penampil di penampungan tersebut. Penampungan itu memiliki suasana karnaval, yang mungkin baik bagi anak-anak namun mungkin tak terlalu menarik bagi mereka yang ingin merasakan "alam liar". Kami terkejut akan fakta bahwa orang-orang memberi makan kue dan keripik kepada gajah-gajah itu. Para pawang paham cara menangani gajah-gajah itu. Menarik melihat beberapa gajah besar itu berinteraksi dengan orang-orang; (ii) jalur pendakian untuk melihat siamang. Siamang adalah kera terbesar di dunia. Kita tak perlu berjalan terlalu jauh ke dalam hutan untuk melihatnya. Kami menemui setidaknya empat kelompok kera; (iii) kendara malam melintasi taman. Kami bertemu sambar dan macan tutul; (iv) perjalanan ke Sungai Kanan; Inilah hal utama dari perjalanan ini. Selama ekskursi 2,5 jam tersebut kami menemui hewan-hewan berikut: macaque ekor panjang, langur perak, ular bakau, elang-ikan kepala-abu, elang-ikan dada-putih, beberapa spesies raja-udang, pecuk oriental, dan banyak burung kecil. Kami sangat menikmati persinggahan kami di Satwa dan berencana kembali saat musim kemarau, ketika hewan-hewan cenderung tetap tinggal di dekat Sungai Kanan. Taman ini seluas 1.813 km persegi dan memiliki 35 ekor harimau. Harimau sulit dipahami sehingga jangan berharap menjumpainya. Meskipun jejak telapak kaki sulit ditemukan, namun kami ke sana saat musim hujan. Kami juga tak sempa mengunjungi Penampungan Badak. Tempat itu ditutup karena suatu alasan yang tak disampaikan dengan jelas kepada kami. Nyoman di Ecosafari melakukan tugas yang bagus mengurus liburan tersebut. Di saat-saat terakhir ia bahkan sempat membeli kursi bayi bagi putra kami. Perjalanan dari bandara Lampung menuju Satwa sekitar 2,5 jam. Kami akan kembali ke Satwa di salah satu musim kemarau. Seperti tertera dalam ulasan-ulasan sebelumnya, Hari adalah pemandu margasatwa yang luar biasa. Ia mendampingi saya di jalur pendakian kera dan kendara malam melintasi taman. Ia bermata tajam untuk melihat hewan-hewan.
FSMWNY
25 Jan 2013 -
Kami menginap di Satwa Eco Lodge untuk 3 malam di awal Januari 2013 dan mendapat liburan yang menyenangkan. Akomodasinya bersih, luas dan damai. Manajer dan staf ramah dan mereka berusaha untuk membuat liburanmu menjadi kenangan yang indah. Makanannya sangat enak. segar dengan pilihan yang bagus, dan lokasinya ideal untuk perjalanan ke Taman Nasional Way Kambas. pemnadu wisata kami, Yang disediakan oelh Satwa, bernama Hari, dia berpengetahuan luas dan mengerjakan pekerjaannya dengan baik di ketiga hari kami dengan meunjukkan Way Kambas. Kami mengambil trekking ke taman untukmelihat siamang, naik perahu di sungai dan melihat Macaque dengan ekornya yang panjang, monyet, burung elang,ular phyton,bangau kera berekor babi, dan kijang Sambas. Kami mengunjungi fasilitas Badak dengan pengaturan spesial dan juga suaka gajah, dan sedikit depresi karena gajah melihat gajah yang disuruh main bola dan naik gajah. Fasilitas badaknya menakjubkan. Kami juga pergi hiking malam hari dan melihat loris yang lambat dan burung hantu. Kami menikmati jalan-jalan pagi sekeliling villa dan menemukan penduduk lokal yang ramah dan menawan. Tempat yang indah untuk diinapi dan bagus untuk mengekplor area sekitar.
Surfer-birder
04 Jun 2018 -
I stayed here as my base to explore the Way Kambas NP. I was treated like a VIP with special meals and amazing service. The location is brilliant, 500m from the National Park entrance and the grounds excellent. The accommodation is comfortable, no air-conditioning but we never required that. The staff are wonderful. Thanks again.
Marjon A
15 Jan 2013 -
Kami menghabiskan waktu 3 malam di Satwa dan kemi menyukainya! Tentu saja inibukan hotel terbaik di Indonesia tapi suasananya hebat. Kami menyukai kamarnya, luas dan bersih. Mereka menjaga agar serangga tidak masuk ke dalam kamar, tersedia obat nyamuk tap terdapat juga jaring-jaring penghindar nyamuk. Kami menginap di Satwa, cukup panas dan lembab, tapi kipas anginnya cukup membuat dingin ruangan. Anak-anak juga rindu dengan kolam renangnya, Akan tambah bagus jika dilengkapi kolam renang! Sarapan,makan siang, danmakan malam disediakan segar dan lezat. Tetapi setelah 3 hari anda akan menginginkan makanan yang berbeda. Tidak ada apa-apa disekelilingnya kecuali menjelajahWay Kambas. Dan layak untuk melakukannya! Kami mengunjungi Konservasi Gajah dan mendapat pengalaman bagus menaiki gajah. Lebih baik dari tempat di negara lain karena anda akan duduk dan berjalan kembalike semak-semak. melewati sungai - tempat tidurnya, menjadi milik keluarga anda tanpa kehadiran wisatawan lain. Pengalaman yang sungguh unik! Hari adalah pemandu wisata dan dia adalah seorang pemandu yang baik. Dia membawa kami trekking untuk melihat Siamang dan dia mencari mereka untuk bisa dilihat oleh kami. Kami menyukai mereka, tapi sanagt susah untuk melihatnya, dan Hari terus mencarikannya untuk kami.
Kamu sudah melaporkan review.
Kami butuh beberapa saat untuk memperbaiki sebuah masalah. Silahkan coba sesaat lagi.
Kamu sudah pernah melaporkan review ini, dan laporanmu sedang dalam pengecekan.
Yay! Kamu berhasil log in.
Kamu sudah melaporkan review.
Kami butuh beberapa saat untuk memperbaiki sebuah masalah. Silahkan coba sesaat lagi.
Kamu sudah pernah melaporkan review ini, dan laporanmu sedang dalam pengecekan.