Cari Tiket Pesawat Jakarta - Halim Medan Murah (HLP - KNO)

Tiket Pesawat Murah Jakarta - Halim ke Medan (HLP - KNO)

tiket.com membantu Anda mencari dan mendapatkan harga tiket pesawat murah dari Jakarta - Halim (HLP) ke Medan (KNO). Cari, bandingkan dan pesan tiket pesawat yang kamu inginkan. Dapatkan TIX Point untuk setiap transaksi dan gunakan untuk diskon di pembelian selanjutnya.

Fakta Tentang Tiket Pesawat Dari Jakarta - Halim ke Medan

  • Terdapat 3 maskapai beroperasi antara Jakarta - Halim Ke Medan, yaitu Batik Air, Wings Air and Citilink
  • Terdapat 1 penerbangan langsung beroperasi antara Jakarta - Halim Ke Medan
  • Harga rata-rata tiket pesawat dari Jakarta - Halim Ke Medan adalah IDR 1.002.165

Daftar Harga Tiket Pesawat Dari Jakarta - Halim ke Medan

Maskapai Harga Termurah Harga Termahal Harga Rata-rata Pesawat / hari
Batik Air IDR 935.000 IDR 1.771.000 IDR 1.082.714 4
Wings Air IDR 1.385.500 IDR 1.660.500 IDR 1.460.929 1
Citilink IDR 685.300 IDR 992.888 IDR 741.844 3

Tiket Pesawat Jakarta - Halim Medan Murah (HLP - KNO)

Kamu mencari tiket pesawat Jakarta - Halim Medan (HLP - KNO) dengan harga termurah? Hanya dengan satu kali sentuhan jari, kamu sudah bisa mendapatkan harga tiket pesawat Jakarta - Halim Medan (HLP - KNO) murah di tiket.com. Dengan sistem pemesanan tiket pesawat online yang canggih, pengalaman pesan tiket pesawat Jakarta - Halim Medan (HLP - KNO) di tiket.com selalu lebih mudah dan cepat. Kamu tinggal memilih jadwal tiket pesawat Jakarta - Halim Medan (HLP - KNO) yang sesuai dengan jadwal penerbangan yang kamu inginkan. Jangan lupa, ada banyak keuntungan yang bisa kamu dapatkan jika pesan tiket pesawat murah dari Jakarta - Halim (HLP) ke Medan (KNO) di tiket.com. Selain bisa mendapatkan tiket pesawat Jakarta - Halim Medan (HLP - KNO) lebih murah, banyak promo tiket pesawat yang akan membuat bujet perjalanan kamu menjadi lebih hemat. Makanya, jangan ragu untuk booking tiket pesawat Jakarta - Halim ke Medan di tiket.com karena banyak keuntungannya. Temukan harga tiket pesawat Jakarta - Halim ke Medan termurah hanya di tiket.com. Lakukan pemesanan sekarang dan wujudkan perjalanan ke destinasi yang kamu impikan.

Official Partner

Partner Resmi Maskapai di Pesawat Jakarta - Halim ke Medan

Dengan berbagai maskapai mitra, kami siap menerbangkan Anda ke mana pun.

Tiket Pesawat Batik Air
Tiket Pesawat Citilink
Tiket Pesawat Lion Air
Tiket Pesawat Wings Air

Kami menerima pembayaran dari

Mengapa membeli tiket pesawat di tiket.com

Nikmati berbagai keunggulan pesan tiket pesawat online di tiket.com

Deskripsi Bandara

Bandara Halim Perdanakusuma adalah sebuah bandar udara di Jakarta, Indonesia. Bandar udara ini juga digunakan sebagai markas Komando Operasi Angkatan Udara I (Koops AU I) TNI-AU.

Sejarah Ruspau Antariksa tidak bisa melepaskan diri dari sejarah kesehatan Lanud Halim Perdanakusuma yang saat itu masih bernama pangkalan Udara Cililitan. Sejarah dimulai setelah Pangkalan Udara Cililitan diserahkan kepada Pemerintah Indonesia dari Pemerintah Belanda, Pada tanggal 20 Juni 1950. Dengan demikian diserahterimakan juga wewenang Dinas Kesehatan Pangkalan Cililitan dimana LU-II Harsono yang pada waktu itu juga menjabat sebagai Kepala Jawatan Farmasi, Menjadi kepala Kesehatan pertama. selanjutnya pada tahun 1951 Kepala Dinas Kesehatan dijabat oleh LMU-II S. Hadiprayitno. Para dokter yang pernah bertugas di Cililitan tahun 1950 antara lain Mayor Udara dr. Muryawan, LU-I dr. S.I



Pada Tanggal 17 Agustus1952 Pangkalan Udara Cililitan diubah namanya menjadi pangkalan udara Halim Perdanakusuma, sehingga otomatis dinas kesehatannya juga menjadi bagian dari Pangkalan Udara Halim Perdana. Pada Tahun 1955 Dinas Kesehatan Pangkalan Cililitan masih berstatus sebagai tempat perawatan sementara yang hanya mempunyai fasilitas Poliklinik umum, Poliklinik Gigi, ruang uji kesehatan awak pesawat dan ruang perawatan berkapasitas tiga belas tempat tidur. pimpinan rumah sakit pada saat itu dijabat dr. Suyoso Soemodimedjo. pada tahun 1956-tahun 1957, Dinas Kesehatan Pangkalan Udara Cililitan mendapatkan alokasi pembangunan rumah sakit, tetapi kemudian sempat berhenti dan terlambat penyelesaiannya karena terjadi sanering mata uang rupiah, setelah bangunan fisik selesai, rumah sakit terdiri dari perkantoran, apotik, laboratorium, Asrama perawat, pergudangan dan ruang perawatan dengan kapasitas 60 Tempat tidur. Sekarang, bangunan ini masih dapat kita saksikan segagai bangunan lama Ruspau Antariksa. Selanjutnya Rumah Sakit ini berada dibawah kendali Gugus Kesehatan 502

Pada masa perang kemerdekaan, Halim Perdanakusuma dan Opsir Iswahyudi mendapat tugas untuk membawa pesawat tempur yang baru dibeli. Pesawat itu sendiri berada di Muangthai (Thailand). Untuk mempelajari pesawat tempur yang sebelumnya merupakan pesawat angkutan itu, Halim hanya membutuhkan waktu selama kurang lebih 5 hari. Tapi dalam buku sejarah yang dikeluarkan Mabes TNI AU itu, tidak tersebutkan negara mana yang membuat pesawat tersebut.

Dari Thailand pesawat menuju ke Indonesia. Namun malang, pesawat itu tak kunjung sampai. Diperkirakan, pesawat itu terjatuh di kawasan pantai selat Malaka. Tak lama kemudian, nelayan menemukan sosok mayak yang terdampar di kawasan pantai. Dan saat itu kodisi jenazah sangat sulit diidentifikasi. Namun akhirnya jenazah itu diduga merupakan jenazah Halim Perdanakusuma. Sedangkan jenazah Iswahyudi hingga kini belum diketemukan.

Sebagai tanda penghargaan, keduanya dijadikan pahlawan nasional Indonesia dan nama Halim Perdanakusuma diabadikan sebagai Bandara Pangkalan TNI AU di Jakarta Timur sedangkan Iswahyudi diabadikan sebagai Pangkalan TNI AU di Madiun.

Bandar Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, yang selama hanya ini menjadi bandara pesawat carter,  sejak tanggal 10 Januari 2014 siap menjadi bandara domestik pada . Untuk kapasitas bandara ini dapat melayani 66 penerbangan kedatangan dan keberangkatan setiap hari, dengan total pergerakan penumpang sekitar 9000 orang setiap harinya.

Area parkir kendaraan di Bandara Halim Perdanakusuma juga cukup lebar, karena ajan diperluas dari 5.000 mobil menjadi 7.000 mobil. 

Foto di Jakarta - Halim (HLP)

Deskripsi Bandara

Bandar Udara Internasional Kuala Namu adalah sebuah bandar udara baru untuk Kota Medan, lokasinya merupakan bekas areal perkebunan PT Perkebunan Nusantara II Tanjung Morawa, terletak di Kuala Namu, Desa Beringin, Kecamatan Beringin, Kabupaten Deli Serdang. Kuala Namu akan menggantikan Bandara Polonia yang sudah berusia lebih dari 70 tahun.

Persiapan pembangunan diawali pada tahun 1997, namun krisis moneter yang dimulai pada tahun yang sama kemudian memaksa rencana pembangunan ditunda. Sejak saat itu kabar mengenai bandara ini jarang terdengar lagi, hingga muncul momentum baru saat terjadi kecelakaan pesawat Mandala Airlines pada September 2005 yang jatuh sesaat setelah lepas landas dari Polonia. Kecelakaan yang merenggut nyawa Gubernur Sumatera Utara Tengku Rizal Nurdin tersebut juga menyebabkan beberapa warga yang tinggal di sekitar wilayah bandara meninggal dunia akibat letak bandara yang terlalu dekat dengan pemukiman. Hal ini menyebabkan munculnya kembali seruan agar bandara udara di Medan segera dipindahkan ke tempat yang lebih sesuai. Selain itu, kapasitas Polonia yang telah lebih batasnya juga merupakan faktor direncanakannya pemindahan bandara.

Begitu bandara ini operasi pada tanggal 25 Juli nanti, Bandara Polonia akan ditutup untuk penerbangan komersil dan hanya akan dipakai oleh TNI-AU

Tahap I bandara diperkirakan dapat menampung tujuh hingga 10 juta penumpang dan 10.000 pergerakan pesawat per tahun, sementara setelah selesainya tahap II bandara ini rencananya akan menampung 25 juta penumpang per tahun.

Luas terminal penumpang yang akan dibangun adalah sekitar 6,5 hektar dengan fasilitas area komersial seluas 3,5 hektar dan fasilitas kargo seluas 1,3 hektar. Bandara International Kuala Namu memiliki panjang landas pacu 3.750 meter, dan mempunyai 8 skybridge. Walaupun fasilitasnya belum terpasang, bandara ini sanggup didarati oleh pesawat penumpang terbesar di dunia saat ini yaitu Airbus A380. Bandara ini juga adalah bandara ketiga di Indonesia yang bisa didarati Airbus A380 selain Bandara Hang Nadim dan Bandara Soekarno-Hatta.

Foto di Medan (KNO)


Tempat Menarik di sekitar Airport Medan (KNO)

Museum Sumatera Utara

Museum Sumatera Utara

21.6 Km Lihat Selengkapnya

Menara Air Tirtanadi

Menara Air Tirtanadi

22.3 Km Lihat Selengkapnya

Ramadhan Fair

Ramadhan Fair

22.3 Km Lihat Selengkapnya

screenshot-app-crop

Unduh Aplikasi tiket.com

atau

Kami akan mengirimkan tautan untuk mengunduh aplikasi langsung ke ponsel atau tablet Anda