Cari Tiket Pesawat Medan Buraidah Murah (KNO - ELQ)

Tiket Pesawat Murah Medan ke Buraidah (KNO - ELQ)

tiket.com membantu Anda mencari dan mendapatkan harga tiket pesawat murah dari Medan (KNO) ke Buraidah (ELQ). Cari, bandingkan dan pesan tiket pesawat yang kamu inginkan. Dapatkan TIX Point untuk setiap transaksi dan gunakan untuk diskon di pembelian selanjutnya.


Tiket Pesawat Medan Buraidah Murah (KNO - ELQ)

Kamu mencari tiket pesawat Medan Buraidah (KNO - ELQ) dengan harga termurah? Hanya dengan satu kali sentuhan jari, kamu sudah bisa mendapatkan harga tiket pesawat Medan Buraidah (KNO - ELQ) murah di tiket.com. Dengan sistem pemesanan tiket pesawat online yang canggih, pengalaman pesan tiket pesawat Medan Buraidah (KNO - ELQ) di tiket.com selalu lebih mudah dan cepat. Kamu tinggal memilih jadwal tiket pesawat Medan Buraidah (KNO - ELQ) yang sesuai dengan jadwal penerbangan yang kamu inginkan. Jangan lupa, ada banyak keuntungan yang bisa kamu dapatkan jika pesan tiket pesawat murah dari Medan (KNO) ke Buraidah (ELQ) di tiket.com. Selain bisa mendapatkan tiket pesawat Medan Buraidah (KNO - ELQ) lebih murah, banyak promo tiket pesawat yang akan membuat bujet perjalanan kamu menjadi lebih hemat. Makanya, jangan ragu untuk booking tiket pesawat Medan ke Buraidah di tiket.com karena banyak keuntungannya. Temukan harga tiket pesawat Medan ke Buraidah termurah hanya di tiket.com. Lakukan pemesanan sekarang dan wujudkan perjalanan ke destinasi yang kamu impikan.

Official Partner

Kami menerima pembayaran dari

Mengapa membeli tiket pesawat di tiket.com

Nikmati berbagai keunggulan pesan tiket pesawat online di tiket.com

Deskripsi Bandara

Bandar Udara Internasional Kuala Namu adalah sebuah bandar udara baru untuk Kota Medan, lokasinya merupakan bekas areal perkebunan PT Perkebunan Nusantara II Tanjung Morawa, terletak di Kuala Namu, Desa Beringin, Kecamatan Beringin, Kabupaten Deli Serdang. Kuala Namu akan menggantikan Bandara Polonia yang sudah berusia lebih dari 70 tahun.

Persiapan pembangunan diawali pada tahun 1997, namun krisis moneter yang dimulai pada tahun yang sama kemudian memaksa rencana pembangunan ditunda. Sejak saat itu kabar mengenai bandara ini jarang terdengar lagi, hingga muncul momentum baru saat terjadi kecelakaan pesawat Mandala Airlines pada September 2005 yang jatuh sesaat setelah lepas landas dari Polonia. Kecelakaan yang merenggut nyawa Gubernur Sumatera Utara Tengku Rizal Nurdin tersebut juga menyebabkan beberapa warga yang tinggal di sekitar wilayah bandara meninggal dunia akibat letak bandara yang terlalu dekat dengan pemukiman. Hal ini menyebabkan munculnya kembali seruan agar bandara udara di Medan segera dipindahkan ke tempat yang lebih sesuai. Selain itu, kapasitas Polonia yang telah lebih batasnya juga merupakan faktor direncanakannya pemindahan bandara.

Begitu bandara ini operasi pada tanggal 25 Juli nanti, Bandara Polonia akan ditutup untuk penerbangan komersil dan hanya akan dipakai oleh TNI-AU

Tahap I bandara diperkirakan dapat menampung tujuh hingga 10 juta penumpang dan 10.000 pergerakan pesawat per tahun, sementara setelah selesainya tahap II bandara ini rencananya akan menampung 25 juta penumpang per tahun.

Luas terminal penumpang yang akan dibangun adalah sekitar 6,5 hektar dengan fasilitas area komersial seluas 3,5 hektar dan fasilitas kargo seluas 1,3 hektar. Bandara International Kuala Namu memiliki panjang landas pacu 3.750 meter, dan mempunyai 8 skybridge. Walaupun fasilitasnya belum terpasang, bandara ini sanggup didarati oleh pesawat penumpang terbesar di dunia saat ini yaitu Airbus A380. Bandara ini juga adalah bandara ketiga di Indonesia yang bisa didarati Airbus A380 selain Bandara Hang Nadim dan Bandara Soekarno-Hatta.

Foto di Medan (KNO)


Tempat Menarik di sekitar Airport Medan (KNO)

Museum Sumatera Utara

Museum Sumatera Utara

21.6 Km Lihat Selengkapnya

Menara Air Tirtanadi

Menara Air Tirtanadi

22.3 Km Lihat Selengkapnya

Ramadhan Fair

Ramadhan Fair

22.3 Km Lihat Selengkapnya

Deskripsi Bandara

Pangeran Nayef bin Abdulaziz Regional Airport, sebelumnya Bandara Qassim Regional dan dikenal luas di industri perjalanan udara sebagai "Gassim" (dari Al-Qassim Provinsi yang terletak), adalah sebuah bandara di Buraidah , Arab Saudi. Namanya diubah menjadi Regional Airport Pangeran Nayef bin Abdulaziz setelah keputusan yang diberikan oleh Raja Abdullah pada tanggal 5 Juli 2012, untuk mengenang mantan Putra Mahkota Nayef.

Bandara ini didirikan pada tahun 1964. Hal ini dimiliki dan dioperasikan oleh Otoritas Umum Penerbangan Sipil (GACA). bandara adalah 30 km sebelah barat dari Buraidah, ibu kota provinsi Qassim. Pangeran Sultan, mantan putra mahkota, wakil perdana menteri dan menteri pertahanan dan penerbangan, meluncurkan proyek perluasan terminal royal di bandara pada tahun 2003. GACA memiliki menghabiskan lebih dari SR 300 juta pada proyek-proyek perluasan bandara sejak 1964.

screenshot-app-crop

Unduh Aplikasi tiket.com

atau

Kami akan mengirimkan tautan untuk mengunduh aplikasi langsung ke ponsel atau tablet Anda