Mulai dari USD 0,46
Info Penting & Highlight
  • Terdapat dua akses menuju Museum Nasional, yaitu melalui Jalan Medan Merdeka Barat dan melalui Jalan Abdul Muis (Jalan Tanah Abang Timur II).
  • Pengunjung wajib melaksanakan protokol kesehatan.
  • Museum Nasional buka setiap hari Senin-Minggu pukul 08.00-16.00 WIB, tutup pada Hari Besar Keagamaan sesuai SKB Tiga Menteri tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama.
  • Penggunaan kamera profesional dan atau untuk kepentingan komersil harus dengan izin.
  • Tidak membawa senjata, tidak merokok, membawa binatang peliharaan, dan tidak makan dan minum di ruang pameran.
  • Tidak menyentuh koleksi dan melakukan kegiatan yang dapat merusak benda-benda cagar budaya.
  • Museum Nasional merupakan museum pertama dan terbesar di Asia Tenggara.
  • Melihat pameran yang menyoroti sejarah Indonesia.
  • Cocok untuk: Keluarga Asyik dan Geng Asyik.

Paket

Museum Nasional
Produk dari
Museum Nasional
Mulai dari 
USD 0,46 

Selengkapnya Tentang Museum Nasional Jakarta Pusat

Ringkasan Informasi Museum Nasional

Harga Tiket

Mulai dari Rp7.500

Wahana

Koleksi Prasejarah, Arkeologi Hindu-Buddha, Heraldik, Keramik, Etografi, dan objek sejarah lainnya

Jam Buka

08.00-16.00 waktu setempat

Alamat

Jl. Medan Merdeka Barat No.12, Gambir, Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10110

Promo Hari Ini

Tiket Masuk Museum Nasional di sini

Rekomendasi Tempat Wisata Jakarta

Ancol, Jakarta Aquarium, Seaworld Ancol, Monas, Kota Tua, Taman Mini Indonesia Indah, Playtopia Gandaria City, Kebun Binatang Ragunan

*Harga dapat berubah sewaktu-waktu, cek katalog paket halaman ini untuk harga lebih update di tiket.com

 

Museum Nasional 

Berdirinya Museum Nasional Jakarta Pusat nggak bisa lepas dari peran himpunan Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen. Kelompok tersebut didirikan oleh Pemerintah Belanda pada 24 April 1778. Melihat sejarahnya, ternyata sudah lama sekali ya museum ini eksis di Indonesia. Kamu sudah pernah berkunjung belum?

Kebanyakan masyarakat Indonesia menyebut Museum Nasional dengan Gedung Gajah atau Museum Gajah. Pasalnya, terdapat sebuah patung gajah perunggu di halaman depan museum ini. Patung gajah ini merupakan hadiah dari Raja Thailand, yakni Chulalongkorn (Rama V), yang pernah berkunjung ke Museum Nasional pada 1871. 

Sampai sekarang, Museum Nasional menyimpan lebih dari 190 ribuan benda-benda bernilai sejarah berbagai jenis. Mulai dari masa prasejarah seperti tengkorak, arca-arca, prasasti dan aksesoris masa kerajaan Hindu-Buddha, minatur rumah adat, kain-kain cantik khas Indonesia hingga peninggalan keramik zaman kolonial Belanda dan Jepang. 

Adapun luas tempat wisata ini mencapai 26.500 meter persegi dan terbagi dalam dua gedung. Gedung A difungsikan untuk ruang pameran serta penyimpanan koleksi dan Gedung B (Gedung Arca) yang digunakan untuk pameran, ruang konferensi, kantor, laboratorium, dan perpustakaan. 

Museum di Jakarta ini tidak hanya menawarkan edukasi sejarah dan pajangan artefak koleksi sejarah, namun kegiatan mulai dari festival, seminar, diskusi, hingga pameran dengan mengangkat tema-tema khusus. Di antaranya pertunjukkan gamelan, pameran kopi, International Forum on Spice Route pada 2019, Festival Panji Internasional pada 2018, Ruang Imajinasi, lomba foto, hingga event nonton bareng Final Piala Dunia 2022 diselenggarakan di Museum Nasional.

Sejarah Museum Nasional

Museum Nasional adalah salah satu museum terbesar dan tertua di Asia Tenggara. Museum ini dikenal juga dengan nama Museum Gajah karena patung gajah di depan bangunan. Museum Nasional didirikan pada tanggal 24 April 1778 oleh Pemerintah Hindia Belanda dengan nama "Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen." Museum ini memiliki koleksi yang sangat kaya dan beragam, mencakup berbagai bidang seperti arkeologi, sejarah, etnografi, seni, dan geologi.

Pada awalnya, koleksi Museum Nasional di Jakarta terutama terdiri dari benda-benda yang dikumpulkan dari ekspedisi ilmiah dan penjelajahan di wilayah Nusantara dan Hindia Belanda pada masa kolonial. Selama perkembangannya, Museum Nasional terus mengalami pengembangan dan perluasan koleksi

.Hingga saat ini Museum nasional menyimpan 190.000an benda-benda bernilai sejarah yang terdiri dari 7 jenis koleksi yakni Prasejarah, Arkeologi masa Klasik atau Hindu – Budha; Numismatik dan Heraldik; Keramik; Etnografi, Geografi dan Sejarah. Museum Nasional menjadi salah satu tempat penting untuk memahami sejarah, budaya, dan warisan Indonesia yang kaya dan beragam.

Museum Nasional di Jakarta menjadi tempat penting bagi pendidikan dan penelitian, serta destinasi wisata yang populer bagi wisatawan lokal dan internasional. Dengan koleksi yang beragam dan signifikansi sejarahnya, museum ini terus menjadi pusat pengetahuan dan apresiasi terhadap kekayaan budaya Indonesia.

Bangunan di Museum Nasional

Museum Nasional yang juga dikenal sebagai Museum Gajah punya banyak sekali koleksi benda bersejarah. Benda-benda koleksi tersebut disimpan di dua gedung utama. Nah, setiap bangunan punya ruang pamer yang berbeda. Agar kamu tidak bingung, yuk pelajari bangunan di Museum Nasional dan ruang pamernya berikut ini.

  1. Gedung Gajah (Gedung A)

Bagunan di Museum Nasional yang pertama adalah Gedung Gajah. Lokasinya ada di sebelah kiri dari patung gelombang di depan museum. Kamu akan mudah menemukan gedung ini karena ada patung gajah di depannya. Gedung ini memiliki selaras yang berisi koleksi arca kecil. Di sini juga terdapat beberapa ruang pameran, yakni ruang pameran koleksi sejarah, etnografi, geografi, prasejarah, arkeologi, dan numismatik/heraldik & keramik asing.

  1. Gedung Arca (Gedung B)

Dari patung gelombang di depan museum, kamu akan menemukan bangunan Gedung Arca jika berjalan lurus. Kamu akan menemukan cukup banyak koleksi di gedung berlantai empat ini. Yakni Manusia dan Lingkungan di lantai 1, Ilmu Pengetahuan, Ekonomi, dan Teknologi di lantai 2, Organisasi Sosial dan Pola Pemukiman di lantai 3, dan Koleksi Emas dan Keramik Asing di lantai 4.

Koleksi Museum Nasional

Sebelum datang ke Museum Nasional, tidak ada salahnya kamuj mencari tahu tentang koleksinya. Hingga saat ini, museum ini menyimpan 190.000an benda-benda bernilai sejarah yang terdiri dari 7 jenis koleksi. Apa saja? Berikut ulasannya.

  1. Prasejarah

Di Museum Gajah, ada koleksi-koleksi prasejarah yang menarik untuk dilihat. Ada Beliung dari zaman Neolitik berupa kapak Chalcedon yang digunakan sebagai alat bertani dan juga untuk barter atau upacara tertentu. Kemudian, ada Kendi dari zaman Paleometalik di Palembang, Sumatra Selatan. Ada juga Kapak Upacara berbahan perunggu yang ditemukan di Rote, Indonesia Timur. Kamu juga bisa menemukan Gelang perunggu dari masa Paleolitik di Lomben, Nusa Tenggara Timur. 

  1. Arkeologi masa Klasik atau Hindu – Budha

Museum Gajah punya koleksi arkeologi yang menarik, salah satunya adalah relief dari Candi Pulo yang berasal dari abad ke-13 hingga ke-14 Masehi. Relief ini ditemukan di Padang, Sumatra Barat. Ada juga koleksi relief lainnya dari abad ke-14 yang menampilkan seorang laki-laki yang bertopi "tekes" dan diduga sebagai tokoh Raden Panji bersama seorang pengiringnya, ditemukan di Jawa Timur.

  1. Numismatik dan Heraldik

Museum Nasional punya sepasang cetakan koin Kasha dari tahun 1851 M di Aceh.Cetakan ini punya enam sisi koin berbeda, termasuk huruf Arab dan tahun Islam 1276 H dalam posisi terbalik dan lingkaran kecil. Koleksi lainnya di Museum Gajah adalah rupiah Gulden dari tahun 1857 di Utrecht, Belanda. Koin ini punya teks Arab Malaysia di satu sisi dan bahasa Belanda dengan tanda mahkota Belanda di sisi lainnya. 

  1. Keramik

Di Museum Nasional, kamu bisa menemukan koleksi keramik yang menarik, termasuk piring dari Dinasti Ming di Cina pada abad ke-17. Piring ini besar dan dilapisi dengan cat enamel yang dikenal sebagai wu t'sai (lima warna). Uniknya, piring ini juga memiliki kaligrafi Arab yang dilukis oleh ahli. Koleksi ini diklasifikasikan sebagai Swatow Good, menunjukkan keramik Cina yang diekspor pada abad ke-16 dan ke-17 dari pelabuhan Shantou, Guangdong, Cina.

  1. Etnografi

Untuk koleksi Etnografi, Museum Gajah punya koleksi Cili, bentuk wanita bergelung yang merupakan simbol Dewi Sri, Dewi Kesuburan. Koleksi etnografi langka lainnya adalah kain tenun dari Minahasa tahun 1880. Kain ini digunakan oleh kalangan tertentu pada upacara adat, seperti pemimpin adat (Tonaas) dan pemimpin agama (Walian).

  1. Geografi

Di Museum Gajah, ada beberapa geografi, salah satunya adalah Peta Selat Sunda dari abad ke-17 yang berasal dari Leiden, Belanda. Ada juga Globe dari Eropa abad ke-18 yang menunjukkan negara-negara dari lima benua: Asia, Afrika, Amerika, Eropa, dan Australia. Di sini juga bisa ditemukan senjata api berupa pistol yang digunakan sebagai alat navigasi, untuk keamanan, dan memberikan sinyal ketika kapal berlayar ke pelabuhan. Semuanya bikin museum ini jadi tempat yang asyik buat dipelajari!

  1. Sejarah

Di Museum Gajah, koleksi sejarahnya keren banget! Ada meriam perunggu jenis Meriam Bumbung dari Solo, Jawa Tengah, yang sudah terkenal sejak abad ke-16. Nama "Meriam" ini berasal dari bahasa Portugis, karena mereka selalu minta perlindungan dari Santa Mariam, Maria yang Suci, saat berperang. Ada juga Padrao dari abad ke-16 yang menandai perjanjian antara Portugis dan Kerajaan Sunda. Koleksi-koleksi ini bikin kita terhubung dengan sejarah Indonesia yang menarik!

Aktivitas di Museum Nasional

Sudah punya tiket Museum Nasional tapi masih bingung dengan aktivitasnya? Tenang! Di Museum Nasional, kamu bisa melakukan aktivitas berikut ini.

  1. Berkeliling Pameran Tetap

Pameran tetap di Museum Nasional Indonesia menampilkan beragam koleksi seperti arkeologi, etnografi, geografi, keramik, numesmatik, heladrik, prasejarah, dan sejarah. Kamu bisa berkeliling di Gedung Arca dan Gedung Gajah untuk menikmati semua koleksi yang ada.

  1. Mengunjungi Pameran Temporer

Selain bisa menikmati koleksi di pameran tetap, kamu juga bisa menyaksikan pameran temporer. Untuk tahu detailnya, kamu perlu rajin mengecek jadwal pameran di Museum Nasional. Tema pemerannya bisa berganti-ganti. Kamu pasti tidak akan bosan.

  1. Menyaksikan Pertunjukan

Ingin menyaksikan pertunjukan? Ada! Kamu juga bisa menyaksikan pertunjukan di Museum Nasional lho, sobat tiket. Pertunjukannya terdiri dari ImersifA dan teater. ImpersifA merupakan pertunjukan proyeksi gambar bergerak di dinding yang dilengkapi dengan tata suara selama 30 menit. Jika ingin melihat pertunjukan dapat membeli tiket reguler dan tiket pertunjukan, ya.

Tiket Museum Nasional Jakarta Pusat

Salah satu wisata di Jakarta Pusat yang sudah terkenal seantero negeri adalah Museum Nasional. Saat berkunjung ke tempat ini, kamu nggak hanya melihat benda-benda bersejarah saja, tapi juga asal-usulnya serta cerita dibaliknya. Sehingga, wisatawan yang berkunjung ke sini akan mendapatkan wawasan baru. Gimana, tertarik untuk mengunjunginya pada akhir pekan ini? Yuk, simak informasi selengkapnya sebelum kamu pesan tiket masuk Museum Nasional di tiket.com!

Harga Tiket Masuk Museum Nasional 2023

Sebelum melihat pameran koleksi Museum Nasional, tentunya kamu perlu membeli tiket masuknya dulu, ya. Tenang, harga tiketnya sangat terjangkau mulai dari Rp 15.000 hingga Rp 60.000 yang nggak bikin kantong kempes . Perhatikan juga perbedaan harga tiket turis lokal dan internasional. Kalau kamu orang Indonesia, cukup tunjukkan kartu identitas yang masih berlaku, begitu pula untuk turis asing. Berikut detail harga tiket masuk Museum Nasional Jakarta:

  • Tiket Domestik dan Pemegang KITAS : Rp15.000
  • Tiket Masuk WNA : Rp25.000
  • Tiket ImersifA + Bundling Tiket Reguler (Tiket Domestik & Pemegang KITAS): Rp 50.000
  • Tiket ImersifA + Bundling Tiket Reguler (WNA): Rp 60.000

*Harga bisa berubah kapan saja, cek katalog paket halaman ini untuk harga paling update.

Koleksi di Museum Nasional 

Selain fasilitas tempat parkir dan toilet, kamu wajib untuk melihat jenis-jenis koleksi yang ada di Museum Nasional. Biar kamu tahu lebih dalam tentang sejarah Bangsa Indonesia ini, simak tujuh jenis koleksinya berikut ini: 

  • Prasejarah; 
  • Arkeologi Masa Klasik atau Hindu–Budha; 
  • Geografi; 
  • Numismatika dan heraldik; 
  • Etnografi; 
  • Keramik; 
  • Sejarah.  

Lokasi Museum Nasional 

Museum Nasional sangat mudah diakses karena lokasinya yang strategis. Lebih tepatnya, museum ini berada di Jalan Medan Merdeka Barat Nomor 12, Gambir, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Pastikan kamu menggunakan aplikasi penunjuk arah di ponselmu biar pas mencari titik koordinatnya dari lokasimu. 

Cara Menuju Museum Nasional 

Ada tiga moda transportasi umum yang bisa membawamu ke Museum Nasional, yaitu Bus Transjakarta, Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line, dan Moda Raya Terpadu (MRT). Halte yang paling dekat dengan Museum Gajah adalah Halte Monumen Nasional, letaknya persis di seberang gedung ini. Bus Transjakarta yang lewat sini adalah bus nomor 1 dengan jurusan Blok M-Kota, nomor 2 untuk jurusan Harmoni-Pulo Gadung, dan 1A untuk rute Balai Kota-Pantai Maju/PIK.

Sementara itu, stasiun terdekat dari Museum Nasional yaitu Stasiun Juanda. Dari stasiun tersebut, sobat tiket harus menuju ke Halte Juanda untuk naik TransJakarta koridor 2. Kemudian, turunlah di Halte Harmoni. Terakhir, kamu bisa naik MRT, utamanya buat mereka yang berangkat dari Cinere, Pamulang, Pondok Labu, Lebak Bulus, dan selatan Jakarta lainnya. Kamu bisa naik MRT dari stasiun yang terletak di antara Lebak Bulus sampai Bundaran HI. 

Jam Operasional Museum Nasional 

Museum Nasional buka setiap hari, dari Senin sampai Minggu. Namun, Museum Nasional tidak membuka layanan pada hari besar keagamaan.. Untuk jam operasionalnya, tempat ini buka mulai pukul 08.00 sampai 16.00 WIB. Jadi, jangan datang terlalu mepet ya, biar kamu bisa eksplorasi setiap sudut pameran museum ini.

Yuk, ke Museum Nasional Jakarta Pusat! 

Apabila kamu ingin mengetahui sejarah Indonesia secara lebih dalam dengan melihat sendiri benda-benda yang merupakan bukti peninggalan sejarah Indonesia, Museum Nasional adalah tempat wisata yang sempurna untuk dikunjungi! Ajak keluarga, pasangan, maupun teman agar kunjunganmu semakin menyenangkan. Yuk, berwisata sejarah di Museum Nasional dan beli tiketnya sekarang juga di tiket.com!

Pilihan Transportasi dari tiket.com:

Kereta Api ke Bandung
Kereta Api ke Bogor
Kereta Api ke Banyuwangi
Kereta Api ke Cianjur
Kereta Api ke Sukabumi
Tiket Pesawat Samarinda Surabaya
Tiket Pesawat ke Balikpapan
Tiket Pesawat Banjarmasin Surabaya
Tiket Pesawat Batam Padang
Tiket Pesawat ke Jogja

Kumpulan Review Museum Nasional oleh Pengunjung

Museum Nasional mendapat rating 4,7 dari 475 review. Koleksi di Museum Nasional sangat lengkap, mulai dari peninggalan pra sejarah, dinasti Hindu Buddha, keramik, perahu, hingga koleksi bersejarah Indonesia. Taman Arca dan imersifA yang instagramable juga wajib kamu datangi ketika di Museum Nasional. Cek review Museum Nasional terbaru dari para tamu berikut ini! 

Serunya imersifA di Museum Nasional!

Direview oleh AK (9 Mei) 

Koleksi museum yang banyak menambahkan pengetahuan tentang sejarah. Ruang imersifA sangat cocok untuk memperkenalkan indonesia dengan cara yang menarik, dan keestetikaan ruangan juga membuat orang dewasa menyukainya.

Masuk Museum Nasional Tanpa Antre Beli Tiket di tiket.com

Direview oleh MH (12 Mei) 

Mantap Museum Nasional. Kalau mau pesan tiket via tiket.com aja gaperlu antre.

Belajar Budaya di Museum Nasional

Direview oleh HZ (23 Mei) 

Pengalaman menarik ke Museum Nasional. Jadi tau sejarah Indonesia. Jangan mau kalah dengan Warga negara asing yang mau belajar budaya kita, ya! 

Liburan Nyaman sambil Belajar di Museum Nasional 

Direview oleh robert dian eka (22 Mei) 

Tempat destinasi yg bisa kamu masukin ke list nih kalau kamu suka berkunjung ke museum. Di Museum Nasional kita bisa belajar peninggalan benda zaman dahulu, budaya di indonesia, dan juga masa pra aksara. tempatnya adem dan tidak ramai.

Lengkapnya Koleksi Museum Nasional

Direview oleh zaidan fayyadh (11 Mei)

Museum Nasional beneran lengkap, koleksi apa aja ada, dari baju sampe poneglyph.