Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Airport

Persyaratan Umum

  • Penerima vaksin kedua dan booster tidak diwajibkan membawa hasil tes COVID-19.

  • Penerima vaksin pertama wajib menunjukkan hasil tes rapid antigen atau PCR dari fasilitas pelayanan kesehatan yang terafiliasi dengan Kemenkes atau beli tiket tes COVID-19 di To Do.
  • Anak berusia di bawah 6 tahun dapat melakukan perjalanan dengan pendamping dan menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

  • Pintu masuk (entry point) bagi PPLN yang terlibat dalam program haji dan dibuka dalam rentang waktu 4 Juni 2022 hingga 15 Agustus 2022:

    • Bandar Udara Sultan Iskandar Muda, Aceh;

    • Bandar Udara Minangkabau, Sumatera Barat;

    • Bandar Udara Sultan Mahmud Badaruddin II, Sumatera Selatan

    • Bandar Udara Adisumarmo, Jawa Tengah;

    • Bandar Udara Syamsuddin Noor, Kalimantan Selatan; dan

    • Bandar Udara Sultan Aji Muhammad Sulaiman, Sepinggan, Kalimantan Timur.

Hasil PCR Atau Rapid Test

 

PPKM level 1-4 diberlakukan di dalam dan luar wilayah Jawa dan Bali hingga pemberitahuan selanjutnya. Semua penumpang penerbangan domestik wajib mengikuti peraturan berikut.

 

Berdasarkan SE Kasatgas Nomor 18 Tahun 2022 pelaku perjalanan dalam negeri yang menggunakan moda transportasi udara di seluruh wilayah Indonesia wajib mengikuti peraturan berikut:

Penerima vaksin dosis pertama

Menunjukkan hasil tes rapid antigen (1x24 jam) atau RT-PCR (3x24 jam).

Penerima vaksin dosis kedua dan dosis booster

Tidak perlu membawa hasil tes COVID-19.

Anak di bawah 6 tahun

  • Tidak perlu membawa hasil tes COVID-19.
     

  • Dengan pendamping dan menerapkan protokol kesehatan.

Penumpang yang belum divaksinasi karena alasan medis

  • Menunjukkan surat keterangan dokter dari RS pemerintah.
     

  • Menunjukkan hasil tes rapid antigen (1x24 jam) atau RT-PCR (3x24 jam).

 

Penerbangan Internasional ke Kalimantan Timur:

Vaksinasi

  • Menunjukkan kartu/sertifikat (fisik ataupun digital) vaksin COVID-19 dosis kedua/booster yang ditulis dalam bahasa Inggris seminimalnya 14 (empat belas) hari sebelum keberangkatan.

    • WNI dan WNA PPLN yang belum mendapat vaksin akan divaksinasi di entry point setelah melakukan tes RT-PCR saat kedatangan dengan hasil negatif atau di tempat karantina setelah dilakukan pemeriksaan RT-PCR kedua dengan hasil negatif;

    • WNA PPLN yang sudah berada di Indonesia dan akan melakukan perjalanan, baik domestik maupun internasional, diwajibkan untuk melakukan vaksinasi melalui skema program atau gotong royong sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

 

Tes COVID-19

  • PPLN yang sudah divaksinasi lengkap/booster COVID-19 tidak perlu membawa hasil tes PCR/Antigen.

  • PPLN diwajibkan menjalani pemeriksaan gejala yang berkaitan dengan COVID-19 termasuk pemeriksaan suhu tubuh:

    • PPLN yang terdeteksi memiliki gejala COVID-19 dan/atau memiliki suhu tubuh di atas 37,5 derajat Celcius, wajib menjalani pemeriksaan ulang RT-PCR dengan biaya ditanggung oleh pemerintah bagi WNI dan biaya ditanggung secara mandiri bagi WNA. Jika hasil tes negatif maka:

      • PPLN yang belum bisa mendapatkan vaksinasi atau telah menerima vaksin dosis pertama seminimalnya 14 hari sebelum keberangkatan, diwajibkan melakukan karantina selama 5 x 24 jam; 

      • PPLN yang telah menerima vaksin dosis kedua atau ketiga seminimalnya 14 hari sebelum keberangkatan, diperkenankan melanjutkan perjalanan.

 

Dokumen & Aplikasi Wajib

  • Seluruh pelaku perjalanan internasional (WNI/WNA) wajib mengunduh dan menggunakan aplikasi PeduliLindungi sebagai persyaratan masuk ke wilayah Indonesia.

  • Jika PPLN akan melakukan karantina terpusat dengan pembiayaan mandiri, mereka wajib menunjukkan bukti konfirmasi pembayaran atas pemesanan tempat akomodasi karantina dari penyedia akomodasi selama menetap di Indonesia.

 

Asuransi

  • WNA PPLN wajib melampirkan bukti kepemilikan asuransi kesehatan yang mencakup pembiayaan penanganan COVID-19. 

 

Bagikan ke